#
Direktorat Sekolah Menengah Atas
Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini,
Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

32 Sekolah Penggerak Kota Tangerang Siap Bergerak

#

Tangerang, Jumat, 3 September, Sekolah di Kota Tangerang sudah siap menjadi Sekolah Penggerak. Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Tangerang H. Sachrudin saat menerima rombongan Komisi X DPR RI yang melakukan kunjungan kerja spesifik bidang pendidikan terkait Program Sekolah Penggerak yang dilaksanakan di Ruang Ahlakul Karimah, Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Jumat, 3 September.

 

Ia mengungkapkan, saat ini ada 32 Sekolah Penggerak di Kota Tangerang. Diantaranya, 6 jenjang TK, 13 jenjang SD dan 13 jenjang SMP. Sedangkan guru di Sekolah Penggerak Kota Tangerang hingga saat ini ada 194 guru yang terdiri atas 12 orang guru TK, 52 orang guru SD dan 130 orang guru SMP. Untuk menyukseskan program Kemendikbud ini, Pemkot Tangerang telah melakukan sosialisasi, pendampingan, pemantauan dan pengevaluasian, serta penguatan SDM.

 

Wakil Wali Kota yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Jamaluddin, menyebutkan, Kota Tangerang merupakan salah satu dari 111 Kota/Kabupaten yang terpilih menjadi kota penyelenggara program sekolah penggerak di tahap awal dan sudah di luncurkan pada 16 Februari 2021.

 

Lebih lanjut, Sachrudin menegaskan, Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pendidikan Kota Tangerang terus melakukan pemantauan, pendampingan dan mengevaluasi Sekolah Penggerak dalam melaksanakan tahapan - tahapan yang dilaksanakan sesuai program dari Kemendikbudristek.

 

Ia berharap, Kota Tangerang dapat ikut berkontribusi dalam mensukseskan Program Sekolah Penggerak. "Mudah - mudahan melalui kolaborasi yang baik antar pemangku kepentingan program ini mewujudkan Indonesia Maju yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila," ujarnya.

Ketua Rombongan Komisi X DPR RI Ferdiansyah mengatakan, kunjungan kerja Komisi X DPR RI ini diikuti 25 anggota dan pemangku kepentingan, seperti Direktur Sekolah Menengah Atas Kemendikbudristek, Suhartono Arham serta perwakilan dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Banten.

 

Ia menegaskan, kunjungan spesifik ini bertujuan untuk melihat kesiapan dan persiapan Kota Tangerang dalam program sekolah penggerak dan guru penggerak. Karena beberapa sekolah di Kota Tangerang ditetapkan sebagai sekolah penggerak.

 

Ferdiansyah mengatakan kunjungannya tersebut untuk memastikan Program Sekolah Penggerak dan Guru Penggerak tidak menjadi beban daerah. Ia bersyukur, sejauh ini Pemerintah Kota Tangerang relatif tidak mendapatkan masalah yang krusial, dalam menjalankan program ini.

 

“Alhamdullilah beberapa hal yang disampaikan oleh Pemkot Tangerang relatif tidak ada masalah yang krusial, walau pun memang tidak sempurna. Ini supaya ketika digelar rapat kesiapan sekolah penggerak bisa disampaikan referensinya yaitu Kota Tangerang,” ungkapnya.

 

Pada kesempatan yang sama, Direktur SMA Suhartono Arham mengatakan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Ristek, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan program Sekolah Penggerak sebagai salah satu upaya meningkatkan hasil belajar siswa yang mencakup kompetensi literasi dan numerasi serta karakter. Sekolah Penggerak merupakan bagian dari Program Merdeka Belajar.

 

Program Sekolah Penggerak bukan untuk memilih sekolah favorit atau sekolah unggulan, melainkan untuk mendorong transformasi sekolah negeri dan swasta untuk bergerak satu hingga dua tahap lebih maju. Pada 2020-2021, dari 514 kabupaten dan kota di 34 provinsi di Indonesia, baru 111 kabupaten/ kota yang mengikuti Program Sekolah Penggerak, salah satunya Kota Tangerang.

Ia menyebutkan, pada 2021 ada sebanyak 75 satuan pendidikan di Provinsi Banten yang menjadi Sekolah Penggerak. Satuan pendidikan tersebut terbagi atas 10 PAUD, 26 SD, 23 SMP, dan 16 SMA dan 10 PAUD.

 

“Jumlah tersebut bisa dikatakan sedikit bila dibandingkan dengan jumlah sekolah yang ada di Banten. Namun, kita berharap 75 satuan pendidikan ini akan mampu menggerakkan sekolah-sekolah lainnya untuk meningkatkan mutu pendidikan,” ungkapnya.

 

Ia menegaskan, Program Sekolah Penggerak akan terus ditingkatkan. Dari sisi jumlah, setiap tahunnya akan ditambah. Tahun depan misalnya, jumlah sekolah yang menjadi Sekolah Penggerak ditargetkan meningkat dua kali lipat. Diharapkan, ke depan seluruh sekolah di Indonesia dapat menjadi Sekolah Penggerak. “Program ini membutuhkan kolaborasi dengan semua pihak. Kami sangat menyambut baik masukan dan saran untuk menyempurnakan penyelenggaraan program ini,” pungkasnya.

#
19-Oct-2021

Rapat Koordinasi Pertemuan Tatap Muka (PTM) dan Sekolah Penggerak (SP) Tahun 2021

#
15-Oct-2021

Sosialisasi Kebijakan Kemdikbudristek di Kalimantan Tengah

#
15-Oct-2021

Penyelarasan Implementasi Kebijakan Penilaian

#
23-Sep-2021

Dibutuhkan Kepala Sekolah “Abnormal” untuk Program Sekolah Penggerak