#
Direktorat Sekolah Menengah Atas
Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini,
Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Merdeka Belajar, Assesmen Nasional dan Sekolah Penggerak Menjadi Topik Utama Dalam Rapat Koordinasi Pokja Manajemen Operasional Sekolah Penggerak

#

Bekasi, 6 – 8 September 2021 Direktorat SMA Kemdikbud mengadakan kegiatan Rapat Koordinasi Pokja Manajemen Operasional untuk Program Sekolah Penggerak. Dalam acara ini diundang dari unsur perwakilan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) dan unsur Dinas Pendidikan provinsi dari 34 provinsi di seluruh Indonesia. Acara dibuka oleh Direktur Jenderal Bapak Jumeri kemudian dilanjutkan dengan Direktur SMA Bapak Dr Suhartono Arham.

 

Sesi pertama diawali oleh narasumber dari Setditjen Kemdikbud yang diwakili oleh bapak Katman. Beliau menjelaskan bahwa Peningkatan pendidikan tentang lingkungan sangat pening bagi siswa. Dimana isu lingkungan sekarang sangat relevan misalnya penanganan sampah. Di lautan pun sudah mulai ditemukan ikan yang sudah mengkonsumsi sampah akibat penanganan sampah yang kurang benar yaitu dibuang di lautan. Diharapkan siswa lebih peka dengan isu – isu global.

 

Kemudian dilanjutkan oleh narasumber kedua dari Ibu Indrayati dari PMPTK Bahasa dari Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK). Dalam pertemuan virtualnya beliau menjelaskan bahwa jumlah SMA penggerak sebanyak 2499 sekolah. Beliau menjelaskan tentang progress persiapan pendampingan sekolah penggerak. Mekanisme pelatihan oleh pelatih pusat ke daerah juga dijelaskan bahwa proses ini sedang berlangsung. Lalu dijelaskan bahwa ada 8 topik yang digunakan dalam konten pelatihan. Tanggapan diberikan oleh peserta dari LPMP Sumsel yang bernama Ihsanudin. Beliau menyarankan agar GTK menyiapkan pelatih dengan baik karena nanti mereka lah yang langsung bersentuhan dengan sekolah.

 

Untuk narasumber berikutnya yaitu Bapak Totok Suprayitno yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Balitbang Kemdikbud. Berbicara mengenai kondisi ke depan yang mengarah kepada industri 4.0. Contohnya automatisasi di bidang transportasi misal pemesanan tiket bisa melalui aplikasi bahkan sekarang sopir taxi pun dapat di automatisasi dengan membuat robot taxi. Beliau juga menjelaskan tentang “learning loss”. Learning loss adalah kondisi kesulitan mendapatkan akses pembelajaran pendidikan yang dialami oleh siswa dengan kemampuan ekonomi menengah ke bawah. Kesulitan ini terjadi dalam saat pandemi saat ini dan kesulitan itu bisa berupa akses internet, fasilitas pendidikan untuk Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dan sebagainya. Kemudian beliau melanjutkan bahwa sebenarnya kita sudah mempunyai tokoh bangsa seperti Ki Hajar Dewantara yang menjelaskan bahwa pendidikan adalah tentang memerdekakan siswa dalam berpikir dan belajar.

Melanjutkan lagi beliau mengajak kita untuk merefleksikan diri apakah pendidikan kita sudah memerdekakan atau membelenggu pemikiran?. Jadi pendidikan tidak hanya dengan memberikan tidak hanya memberikan informasi yang ada di dalam buku. Asesmen Nasional adalah pembekalan siswa dalam hal kemapuan literasi membaca dan literasi angka. Hal ini sangat penting karena kemampuan tersebut adalah kemampuan yang digunakan untuk belajar dalam semua mata pelajaran dan kemampuan memecahkan masalah dalam kehidupan mendatang. Lanjut lagi menurut beliau Indonesia juga terlalu beragam untuk dibuat sebagai petunjuk teknis. Jadi setiap pendidik dalam pembelajaran ke depan diharapkan agar lebih mengembangkan kreatifitas dibandingkan dengan hanya mengikuti petunjuk teknis. Ini juga salah satu bentuk penerapan dari program Merdeka Belajar.

Lalu Pak Totok menceritakan pengalamannya ketika di NTT. Waktu itu ada salah satu guru yang mengeluh karena siswanya sangat susah untuk menerima pelajaran. Lalu guru tersebut menyadari bahwa ternyata siswa – siswanya banyak yang suka untuk menggambar. Maka terbersit ide bahwa dengan memadukan menggambar dan menyampaikan materi pelajaran. Hasilnya setelah ide tersebut dilaksanakan maka siswa lebih antusias dalam menerima pelajaran karena ada unsur menggambar. Itulah pentingnya mengembangkan kreatifitas karena masalah yang terjadi di lapangan kadang tidak bisa diseleseikan dengan petunjuk teknis.

 

 

Tim Publikasi

Direktorat SMA

#
19-Oct-2021

Rapat Koordinasi Pertemuan Tatap Muka (PTM) dan Sekolah Penggerak (SP) Tahun 2021

#
15-Oct-2021

Sosialisasi Kebijakan Kemdikbudristek di Kalimantan Tengah

#
15-Oct-2021

Penyelarasan Implementasi Kebijakan Penilaian

#
23-Sep-2021

Dibutuhkan Kepala Sekolah “Abnormal” untuk Program Sekolah Penggerak